Fisika Dalam Indera Penciuman

BAGI makhluk subyektif seperti manusia, aroma adalah segalanya. Sebut saja. Selera makan kita sebagian besar ditentukan oleh hidung. Menarik atau tidaknya makanan untuk disantap penentu utamanya adalah aroma. Mau atau tidak kita dekat-dekat sama gebetan kita, aroma juga salah satu penentunya. Siapa sih yang mau punya pasangan yang keringatnya bau kambing dan napasnya bau naga? Hebatnya lagi, aroma itu mampu merambat di ruang secepat suara. Makanya hati-hati. Kalau bau kita tak sedap, bisa-bisa sebelum sempat kita mendekati sang pujaan dia sudah ngacir duluan!

Pagi itu kamu terlambat bangun, segera memasukkan roti tawar ke toaster dan menyambar handuk untuk mandi. Lewat beberapa menit kemudian, kamu mendengar ibu berteriak roti di toaster telah gosong yang bertepatan dengan hidung kamu mencium bau gosongnya. Padahal, di rumah tidak terasa ada angin bertiup, udara tampak tenang-tenang saja. Apakah ini kebetulan?

Itu bukan kebetulan. Walaupun secara keseluruhan udara tampaknya tenang, molekul-molekul gas di udara sebenarnya selalu bergerak. Ingat hal ini di pelajaran Teori Kinetik Gas, di Kimia atau Fisika. Pada suhu dan tekanan kamar, rata-rata molekul gas itu bergerak dengan kecepatan 1.740 kilometer per jam. Seperti dapat diduga bila suhu berubah, kecepatannya akan berubah. Semakin besar massa molekul, semakin rendah pula kecepatan geraknya.

Secepat itu, kenapa udara di rumah tampak tidak bergerak? Ya, karena dalam pergerakannya molekul-molekul gas itu saling bertumbukan. Karena banyaknya molekul gas di udara, rata-rata jarak yang ditempuh satu molekul sebelum menumbuk molekul lain hanya sekitar sepersepuluh ribu (1/10.000) milimeter. Dengan demikian, secara keseluruhan udara di kamar dan rumah kita tampak tidak bergerak.

Oh, ya, untuk mengingatkan lagi, dalam ruang sebesar 22,4 L saja terdapat sekitar 1 mol atau 6,023 x 1.023 molekul. Nah, kalau ruang di rumahmu bervolume-katakanlah-600 meter kubik, hitung sendiri berapa jumlah molekul udara yang ada. Nah, dari sekian banyak molekul itu, tentu ada molekul yang beruntung tidak mengalami tumbukan terlalu banyak dan dapat bergerak ke seluruh ruang dengan kecepatan suara. Jadi bukan kebetulan bila teriakan ibu datang bersamaan dengan aroma roti gosong tadi.

Peran air

Aroma dari secangkir teh atau kopi sampai ke hidung kita berkat bantuan air. Tanpa bantuan air untuk mengeluarkan senyawa yang bertanggung jawab pada aroma dari teh atau kopi diperlukan panas yang tinggi antara 200 derajat Celsius sampai dengan 300 derajat Celsius. Di suhu setinggi ini, semuanya sudah akan menjadi hangus, bukan aroma teh atau kopi yang didapat, malah bau gosong. Mirip dengan itu, bila kamu pergi ke sauna tidak pernah minyak lavender langsung dibakar dengan nyala.

Biasanya lavender dicampur dengan air, kemudian campuran inilah yang dipanaskan, untuk mencegah bau gosong. Inilah yang disebut dengan distilasi uap. Senyawa yang mendidih pada suhu tinggi dan biasanya tidak menguap dengan sendirinya akan ikut terdistilasi dalam proses distilasi uap.

Aroma yang enak dari makanan yang digoreng juga dibawa ke hidung kita dengan bantuan air. Dalam proses ini, senyawa- senyawa anti-oksidan alami yang ada di minyak, yang penting untuk menghambat penuaan, juga ikut terbawa. Dengan alasan ini, minyak goreng tidak boleh terlalu sering digunakan ulang.

Hasil dari peristiwa distilasi uap jugalah yang menjadi penyebab penyebaran berbagai bencana. Senyawa-senyawa organik yang dulu digunakan untuk insektisida, seperti DDT, merupakan senyawa yang sukar menguap karena mempunyai titik didih yang tinggi. Karena terbawa oleh uap air, senyawa ini tersebar ke seantero dunia, bahkan ke daerah yang jauh seperti Antartika. Senyawa ini juga bersifat sukar diuraikan oleh organisme hidup. Kini penggunaannya dilarang dengan alasan- alasan tadi. Dengan alasan yang mirip juga kita tidak dianjurkan membakar sampah yang masih basah. Senyawa-senyawa yang toksik, karsinogenik, dan alergenik dapat terbawa uap air serta menyebar ke mana-mana. Senyawa-senyawa tadi sangat membahayakan kesehatan kita. Dianjurkan untuk mengubahnya menjadi kompos, bukan membakarnya.

Senyawa-senyawa penyusun parfum

Parfum terdiri atas minyak-minyak asiri. Minyak asiri alami yang digunakan di parfum biasanya diambil dari makhluk hidup, misalnya, dari bunga atau binatang. Minyak asiri tersebut biasanya merupakan senyawa-senyawa dalam kelompok terpen. Senyawa-senyawa ini diekstraksi dengan menggunakan distilasi uap atau dalam hal ekstrem digunakan distilasi vakum.

Beberapa parfum sering dijual dengan kemasan botol yang gelap. Selain untuk estetis, kemasan ini juga digunakan untuk menyembunyikan perubahan warna parfum dengan waktu, karena beberapa jenis parfum berubah warna dengan waktu, walaupun aromanya tidak berubah.

Secara umum, agar menimbulkan aroma molekul harus menguap dengan cukup efisien. Persyaratan ini berarti molekul penyusun parfum tidak boleh terlalu besar. Biasanya molekul yang massa molekulnya kurang dari 300. Molekulnya juga harus dapat membentuk ikatan dengan penerima bau di hidung. Walaupun kita merupakan makhluk yang tidak terlalu sensitif pada bau, namun masih cukup sensitif dibandingkan dengan alat-alat yang digunakan kimiawan. Kita dapat merasakan aroma senyawa pada konsentrasi 10 ppm (part per million, satu dalam sejuta), kimiawan menggunakan alat kromatografi yang rumit dan relatif besar untuk mendeteksinya.

Akhirnya, aroma juga merupakan dasar dari aromaterapi. Aromaterapi adalah terapi dengan dasar keyakinan bahwa aroma memengaruhi mood dan emosi. Bahkan, konon ada paten yang menyatakan bahwa ada produk yang bila orang menghirupnya dengan segera ia akan melunasi utang-utangnya. Kalau kamu punya teman yang sering pinjam uang dan berlama-lama melunasinya, cari dan kirimi produk ini.

Wah! Asyik tuh! Tapi rasanya, bakal lebih asyik lagi kalau ada produk aromaterapi yang bisa memengaruhi orang untuk memberi uang kepada kita secara cuma-cuma. Tanpa bunga, tanpa harus ngembaliin segala. ‘Tul enggak?

Sumber : Kompas (30 Juli 2004)

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Tanggapan to “Fisika Dalam Indera Penciuman”

  1. Ko yo mah bang yo paten mah….
    Yo bantuak itu ko yang bermanfaat tuh…
    Seperti kata pepatah perbanyaklah manfaat jan tambah juo koflik batua ndak bang???
    Oh yo bang semangat yo bang
    Kirim taruih artikel n tulisan2nyo….key???

  2. BATUA TOM….
    JADILAH MANUSIA YANG DAPAT MEMBERIKAN MANFAAT BAGI ORANG LAIN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: